Kingdom Hearts - Help Select
Subscribe:

Minggu, 14 Agustus 2011

Nasihat Kematian

“Dimana saja kemu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa:78)

Saudaraku tercinta…
Kematian adalah sebuah kepastian dan ketentuan dari Allah swt. Semua manusia akan dijemputnya cepat atau lambat, tua atau muda tanpa perkecualian. Kematian menghancurkan semua kelezatan dunia dan menghentikan semua langkah manusia di dunia. Sayangnya, banyak manusia lalai dan mengabaikan kematian.

Abu Darda. ra pernah berpesan, “Apabila anda mengenang orang-orang yang sudah mati, maka anggaplah dirimu salah seorang dari mereka.”

Saudaraku tercinta…
Walaupun kematian adalah rahasia dari Allah swt. Namun Allah swt memberikan tada-tandanya kepada manusia, agar mereka mau sadar dan mempersiapkan diri. Rambut yang mulai beruban, gigi yang mulai rontok, fisik yang semakin melemah dan sakit-sakitan. Tanda-tanda ini sejatinya harus menjadi pelajaran dan nasihat bagi kita.

Ibrahim an-Nakhai pernahberkata, “Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal dunia atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, maka hal itu membekas pada diri kami hingga berhari-hari. Karena kami tahu akan ada sesuatu (ajal itu akan membawanya ke syurga atau neraka).”
Betapa kuatnya nasihat kematian. Kematian membuat Rasulullah saw selalu melakukan ziarah kubur dan mengingat kematian. “Perbanyak mengingat penghancur kelezatan.” (HR. tirmidzi)

Saudaraku tercinta…
Mengingat kematian akan meningkatkan kesadaran dan jati diri manusia. Mengingat kematian juga akan memberikan dampak positif dalam kehidupan dunia, berupa kelembutan dan kepekaan hati. Dengan dmikian ia cepat tanggap untuk selalu melakukan amal shalih dan meninggalkan kemaksiatan.

Saudaraku tercinta…
Orang yang senantiasa mengingat kematian sesungguhnya adalah orang yang cerdas. Ukuran kecerdasan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana ia bertindak secara efektif dan efesien, berbuat untuk kepentingan diri dan orang lain dan memiliki visi dan misi yang jauh ke depan, disamping memiliki pengendalian diri yang kuat. Dengan mengingat kematian, seseorang akan beramal semaksimal mungkin.

Saudaraku tercinta…
Ibnu Umar menceritakan, Rasulullah saw pernah ditanya oleh seorang sahabat dari kalangan Anshor, “Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai rasulullah saw?”
Rasulullah saw menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak mempersiapkan diri untuk menjumpainya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas. Mereka pergi dan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akherat.”
(HR. Ibnu Majah)

Abu Bakar As-Shiddiq pernah berkata: “Bersemangatlah meraih kematian, niscaya Allah akan memberikan kepadamu kehidupan.”

Saudaraku tercinta…
Barra bin ‘Azib menceritakan hadits yang panjang riwayat Imam Ahmad tentang perjalanan seseorang, setelah ia mati.
Seorang mukmin yang akan meninggal dunia akan disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kafan syurga. Lalu datang Malaikat Maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan ruh yang shalih untuk keluar dari jasadnya. Selanjutnya, ia disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan syurga serta diangkat ke langit. Penduduk langit berupa malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah dan memerintahkan pada malaikat, “Catatlah kitab hambaku ke dalam ‘Illiyin dan kembalikan ke dunia.”
Selanjutnya, dikembalikan lagi ruh itu ke jasadnya. Lalu datanglah dua malaikat yang bertanya, “Siapa Tuahanmu? Apa agamamu? Siapa lelaki yang diutus kepadamu? Siapa yang mengajarimu?” Hamba yang beriman itu dapat menjawab dengan baik. Lalu ia diberi alas berupa syurga, mendapat kenikmatan di kubur, dengan selalu dibukakan pintu syurga, dilapangkan kuburnya dan mendapat teman yang baik, pakaian yang baik dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah amal perbuatannya.


Saudaraku tercinta…
Sebaliknya, ketika orang kafir akan meninggal dunia, datanglah malaikat hitam dengan membawa kain kotor. Selanjutnya, datanglah malaikat maut dan duduk di kepalanya dan memerintahkan ruh yang buruk untuk keluar dari jasadnya. Malaikat maut menarik ruh itu dari jasadnya seperti menarik duri dari kain wol yang basah. Setelah itu, ia ditaruh di kain kotor. Seketika terciumlah bau busuk menyengat. Lalu ia dibawa naik ke langit. Setiap naik ke langit, para malaikat menanyakan ruh yang berbau busuk tersebut. Ruh itu tidak sampai naik ke langit, di mana Allah berada di sana, dan tidak bertemu Allah. Allah memerintahkan untuk mengembalikan ruh itu ke jasadnya dan dicatat dalam kitab Sijjin. Lalu datanglah kedua malaikat mengajukan pertanyaan seperti di atas. Tapi orang kafir itu hanya menjawab, oh… oh… saya tidak tahu, karena tidak mampu menjawab. Setelah itu ia diberi alas berupa neraka serta mendapat siksa kubur. Neraka selalu membuka pintu untuknya. Ia ditemani oleh teman yang berwajah dan berpakaian buruk, aromanya pun tak sedap. Teman itu adalah amal buruknya ketika hidup di dunia.
Saudaraku tercinta…
Marilah kita meresapi kata-kata penuh hikmah dari seorang shalih, Lukman Al-Hakim. ra, beliau mengatakan, “Wahai anakku! Sesungguhnya manusia itu terdiri dari tiga bagian: sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga untuk ulat dan cacing. Bagian pertama, yang akan kembali ke Allah adalh ruhnya. Bagian kedua, yang kembali menjadi miliknya sendiri adalah amalnya. Dan bagian ketiga, yang menjadi santapan ulat dan cacing adalah jasadnya.”
Saudaraku tercinta…
Hidup kita yang hanya sebentar ini di dunia, marilah kita mafa’atkan dengan semaksimal mungkin. Bukankah Allah swt menciptakan manusia tidak lain untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Jangan jadikan dunia segala-galanya bagi kita… Ingatlah, kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau saja.

Wallahu ‘alam bi showab.

0 komentar:

Poskan Komentar