Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku…
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya
Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang saleh
Aamiin
Amiiiin ya robbal alamin…
Sahabat-ku.. indah nian do’a yang engkau lantunkan..
Semoga Allah kan mengabulkan.. amiin ya Allah ya rabbal alamin.. ^_^
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Minggu, 14 Agustus 2011
Sebersit do’a dari seorang sahabat..
Label:
Do'a
Jumat, 12 Agustus 2011
Perjalanan Jiwa Mencari Cahaya
Malam itu begitu indah nan damai, kecerahan langit bertabur bintang laksana perhiasan berbalut dengan keindahan permata safir, Liukan pohon lebat dan dedaunan seirama diterpa angin serta batang pohon yang kokoh berdiri tegak. Didalam istana yang mungil serta dalam renungan kegelapan itu seorang gadis beranjak dewasa dengan keteguhan serta kecintaannya itu memberanikan menulis untaian kata yang sangat memilukan, dialah "Nurul Lailatul Fauziah" yang terlahir 18 tahun yang lalu dari rahim seorang ibu bernama "Hj. Malichah" dan ayahnya bernama "Prof. H. Muhammad Heru Sudjiharnanto" seorang professor ahli ilmu dalam bidang Ketuhanan.
Perjalanan Jiwa Mencari Cahaya
Oleh Nurul Lailatul Fauziah
Aku adalah kegelapan
sendiri dalam gelap
Berlari dan berlari terus mencari secercah cahaya
Yang sanggup menerangi ruang hati ini
Jalan yang terjal, tajam dan berliku
Biarlah kutempuh
Walau terasa sakit
Sakit di jiwa dan ragaku, aku tak peduli
Karena aku seorang hamba yang tiada arti
Terus kuberlalu mencari kebenaran yang hakiki
Hingga jalanku terseok - seok, kakiku pincang mataku buta
Tanganku buntung, telingaku tuli
Biarlah semua itu aku tak peduli
karena aku hamba yang tiada arti
Walau sakit dan perih aku tetap tak peduli
Asalkan aku bisa menemukan cahaya itu
Cahaya menuju keabadian yang hakiki
Yaa Robbi...
Wahai Tuhanku
Tunjukkan aku jalan lurusmu
Karena bagiku
Seteguk rahmatMu akan menghapus dahaga jiwa yang kering
Secercah hidayahMu menetapkan imanku
Namun...hatiku yang pincang
Hingga aku tak kuasa berjalan dijalan - Mu
Hatiku buta... yaa Robbi
Hingga aku tak bisa merasakan indahnya ma'rifat kepada- Mu
Hatiku buntung... Hancur…
Dalam berdoa pun aku tak bisa menengadahkan kekhusuan dan
Hatiku tuli… Pekak…
Hingga aku tak bisa mendengar arah dimana petunjuk - Mu menuntunku
Duhai Rosulalloh…..
Yaa Sayyidii... Yaa Rosulalloh...
Aku umatmu yang tiada arti
Hatiku buta sehingga semua menjadi gelap
Kuyakin engkau mendengar rintihan hati ini
Kuyakin engkau merasakan kepedihan hati
Perihnya jiwa jika jauh dari sang Pencipta alam raya
Atas seizin Allah,
Angkatlah kami Yaa Rosulullah, dari jurang jahiliyah ini
Walau kami tahu, betapa kotornya diri ini
Betapa hina - dina- papah terluka
karena maksiat yang berlarut - larut
Namun,setetes syafaatmu yaa Rosul
Adalah penghapus segala gundah dan resah
Setitik air mata darimu yaa Rosul
Adalah embun ditengah padang yang gersang
Yaa Ayyuhal Ghoutsu...
Bimbing...bimbing dan didiklah kami
Hingga kami menjadi manusia yang berjiwa manusia
Manusia yang sebenarnya bukan imitasi belaka
Kuyakin , engkau merasakan sakit yang kurasakan
Engkau turut prihatin pada diri ini, jiwa yang buta ini
Maka tolonglah kami
Arahkan pancaran Nadroh, radiasi batin pada jiwa yang hina ini
Sehingga aku bisa bangkit dari kehancuran yang berlarut - larut ini
Bangkit dari kedholiman dan kekufuran
Sejauh ini telah kulihat cahaya itu
Namun begitu sulit untuk meraihnya, karena aku tiada daya
Ya Sayyidi…..Yaa Rosulallah...
Yaa Ayyuhal Ghoutsu...
Kami memang bukanlah orang yang mulia
Kami tidaklah pantas mendekat kepada engkau, apalagi mencintaiMu
Namun bagaimanapun juga
Seperti apapun diri ini
Sehina dan sehancur apapun diri ini
Dan sebesar apapun dosa dan kerendahan kami
Namun kami tak bisa ingkari
Dalam palung hati yang terdalam walau hanya setitik
Kumasih mengharap setitik kasih sayangMu Yaa Alloh…
Kujulurkan lidahku walaupun bagaikan anjing yang kelaparan dan kehausan
Kunanti setetes syafaat dan nadrohMu
Yaa Rosululloh.. Yaa Ghoutsi hadzazaman…
Tengoklah kami
Walau aku bukan manusia lagi
Namun, rasa sakit ini
Rindu dan cinta akan ketentraman jiwa
Dalam naungan agama dan perjuangan yang suci nun mulia ini
Pastilah terobati.
Walaupun Jalan yang terjal, tajam dan berliku tetap ia ditempuh untuk mencari kebenaran serta menemukan cahaya menuju keabadian yang hakiki. Rasa sakit serta rindu dan cinta akan ketentraman jiwa yang begitu dasyat dan hebat begitu saja membuncah melukiskan kerinduan di relung hati yang paling dalam, berharap "Sang Terkasih" memberi setitik cahaya didalam palung hati yang terdalam walau hanya setitik telah tersimpan cinta dan rindu kepada yang dikasih.
Betapa anggun nan elok jika cahaya abadi itu datang membawa secercah harapan untuk bangkit dari jurang kenistaan. Hanya buliran serta linangan air mata yang patut ia persembahkan kepada "Sang Terkasih". semoga karya agung ini tidak lekang oleh lekatnya zaman serta menuntun kita untuk menemukan sebuah secercah cahaya harapan keabadian.
Perjalanan Jiwa Mencari Cahaya
Oleh Nurul Lailatul Fauziah
Aku adalah kegelapan
sendiri dalam gelap
Berlari dan berlari terus mencari secercah cahaya
Yang sanggup menerangi ruang hati ini
Jalan yang terjal, tajam dan berliku
Biarlah kutempuh
Walau terasa sakit
Sakit di jiwa dan ragaku, aku tak peduli
Karena aku seorang hamba yang tiada arti
Terus kuberlalu mencari kebenaran yang hakiki
Hingga jalanku terseok - seok, kakiku pincang mataku buta
Tanganku buntung, telingaku tuli
Biarlah semua itu aku tak peduli
karena aku hamba yang tiada arti
Walau sakit dan perih aku tetap tak peduli
Asalkan aku bisa menemukan cahaya itu
Cahaya menuju keabadian yang hakiki
Yaa Robbi...
Wahai Tuhanku
Tunjukkan aku jalan lurusmu
Karena bagiku
Seteguk rahmatMu akan menghapus dahaga jiwa yang kering
Secercah hidayahMu menetapkan imanku
Namun...hatiku yang pincang
Hingga aku tak kuasa berjalan dijalan - Mu
Hatiku buta... yaa Robbi
Hingga aku tak bisa merasakan indahnya ma'rifat kepada- Mu
Hatiku buntung... Hancur…
Dalam berdoa pun aku tak bisa menengadahkan kekhusuan dan
Hatiku tuli… Pekak…
Hingga aku tak bisa mendengar arah dimana petunjuk - Mu menuntunku
Duhai Rosulalloh…..
Yaa Sayyidii... Yaa Rosulalloh...
Aku umatmu yang tiada arti
Hatiku buta sehingga semua menjadi gelap
Kuyakin engkau mendengar rintihan hati ini
Kuyakin engkau merasakan kepedihan hati
Perihnya jiwa jika jauh dari sang Pencipta alam raya
Atas seizin Allah,
Angkatlah kami Yaa Rosulullah, dari jurang jahiliyah ini
Walau kami tahu, betapa kotornya diri ini
Betapa hina - dina- papah terluka
karena maksiat yang berlarut - larut
Namun,setetes syafaatmu yaa Rosul
Adalah penghapus segala gundah dan resah
Setitik air mata darimu yaa Rosul
Adalah embun ditengah padang yang gersang
Yaa Ayyuhal Ghoutsu...
Bimbing...bimbing dan didiklah kami
Hingga kami menjadi manusia yang berjiwa manusia
Manusia yang sebenarnya bukan imitasi belaka
Kuyakin , engkau merasakan sakit yang kurasakan
Engkau turut prihatin pada diri ini, jiwa yang buta ini
Maka tolonglah kami
Arahkan pancaran Nadroh, radiasi batin pada jiwa yang hina ini
Sehingga aku bisa bangkit dari kehancuran yang berlarut - larut ini
Bangkit dari kedholiman dan kekufuran
Sejauh ini telah kulihat cahaya itu
Namun begitu sulit untuk meraihnya, karena aku tiada daya
Ya Sayyidi…..Yaa Rosulallah...
Yaa Ayyuhal Ghoutsu...
Kami memang bukanlah orang yang mulia
Kami tidaklah pantas mendekat kepada engkau, apalagi mencintaiMu
Namun bagaimanapun juga
Seperti apapun diri ini
Sehina dan sehancur apapun diri ini
Dan sebesar apapun dosa dan kerendahan kami
Namun kami tak bisa ingkari
Dalam palung hati yang terdalam walau hanya setitik
Kumasih mengharap setitik kasih sayangMu Yaa Alloh…
Kujulurkan lidahku walaupun bagaikan anjing yang kelaparan dan kehausan
Kunanti setetes syafaat dan nadrohMu
Yaa Rosululloh.. Yaa Ghoutsi hadzazaman…
Tengoklah kami
Walau aku bukan manusia lagi
Namun, rasa sakit ini
Rindu dan cinta akan ketentraman jiwa
Dalam naungan agama dan perjuangan yang suci nun mulia ini
Pastilah terobati.
Label:
Do'a
Rintihan Jiwa Dan hATI dari Seorang Hamba yang Fakir dan Hina
Langit tak secerah biasanya. Alam tertunduk membalut keheningan, ratapan sendu menyelimuti kehampaan, karena seseorang kekasih mengirim pesan kepada manusia yang dicinta, itulah muasalnya.
Seseorang fakir dengan berselimut kehinaan memberanikan diri untuk menuliskan pesan kepada kekasih tercinta seruan alam itulah Rasul Muhammad Saw, dengan guratan wajah sendu menandakan sebuah kerinduan yang sangat mendalam sedang menulis untaian kata-kata yang memilukan, tak ada lagi tirai tebal penghalang sehingga menjadi kerdil yang perlu ditakutkan kecuali kerinduan yang sangat ia dambakan. Hujatan, cacian, bahkan fitnah meluncur bagaikan anak panah yang siap menembus daging lunak seorang kekasih yang fakir berselimut dengan kehinaan itu, tapi ia tak gentar sama sekali, dengan semangat yang membaja ia kirimkan pesan terhadap kekasih yang dicinta itu, Tatapan-tatapan kosong, desah nafas berat yang terhembus bahkan buliran-buliran bening air mata keluar begitu mudah terus mengiringi rangkaian kata-katanya yang indah yang ia ciptakan. Semoga Allah mengabadikan karya Agung dari seorang hamba yang tulus ini.
Rintihan Jiwa
Yaa Rosulalloh..
Pantaskah aku merindukanmu !
Pantaskah air mata ini kupersembahkan untukMu ?
Terlalu suci dan mulya diriMu bagiku.
Alloh sang pencipta sangat mencintai Mu.
Ya Rosul,pantaskah diri yang hina ini merindukan Paduka Ya Rosul ?
Jangan biarkan diri ini hidup dikolong kehinaan dan berselimut kenistaan
bahkan bergelimang dengan kekufuran dan kedholiman.
Ya Rosul, hidup hamba tiada berarti dan sangat kecil tiada ma'na.
Mati lebih baik daripada begini.
Tegakah engkau wahai paduka Rosul ?
Setetes air syafaat dariMu akan membuat aku bahagia dan berarti.
Teteskan, teteskan dan teteskan Ya Rosul syafaatMu, sampai IZROIL menjemputku.
Biarkan air mata ini kering
biar tenggorokan ini putus
dan biarkan diri ini menjerit bagaikan anjing melolong meregang nyawa.
aku, diri ini akan mencintai dan merindukan engkau Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.
Pantas dan mungkinkah, karena aku terlalu hina.
Mengapa aku hidup ?
Mengapa aku bernafas ?
Ya Alloh cabutlah semua itu mengapa hidup ini tiada arti Yaa Alloh?
Ya Robbi kujulurkan lidahku kutengadahkan tanganku
dan aku mengharap walau hanya setetes kasih sayangMu Ya Alloh,
agar hidup ini punya arti dan harapan.
Kubersimpuh dengan tiada daya, Kusebut asmaMu Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.
Ya Rosulalloh mungkin kita tak akan bertemu,
terlalu mulya Paduka sedangkan diri ini terlalu rendah dan hina.
Tapi kumohon dengarkanlah rintihan ummatMu ini,
biar aku dineraka selama-lamanya,
biarlah aku tak pernah berjumpa apa lagi bersama dan berkumpul dengan Paduka.
tapi berkenanlah wahai paduka walau hanya sekejap dan sesaat,tengoklah kami,
kami dineraka yang paling bawah, agar aku bisa melihat Engkau biar terobati rindu ini
Yaa Sayyidi...Yaa Rosulalloh
Mungkinkah...apa mungkin?
Terlalu hina diri ini dihadapanMu.
Ya Alloh...Ya Alloh...Ya Alloh.
Semuanya ada digenggamanMu.
Aku bermohon limpahkan kasih sayangMu kepada semua makhluk,
ummat ini,keluarga dan ahliku,teman teman seperjuanganku.
Walau aku sebagai jaminannya.
Ya Rohman...Ya Rohim perkenankanlah doa kami.
((Al Fakir Yang Hina)
Jiwa yang termenung, mencoba mengarungi samudra kehidupan,dengan derita air mata yang membawa ke dasar relung semesta menanti Sang Terkasih yang tersembunyi di balik tabir ke bisuan, hanya menghirup seteguk air kebahagiaan demi melepas dahaga penderitaan yang erat merangkulnya. Jiwa yang menangis, meretakkan cermin-cermin hati yang terdiam tak berdaya berharap Sang Terkasih tersenyum dan memberikan cahaya-cahaya kebahagiaan yang takkan pernah padam untuk selamanya.
Seseorang fakir dengan berselimut kehinaan memberanikan diri untuk menuliskan pesan kepada kekasih tercinta seruan alam itulah Rasul Muhammad Saw, dengan guratan wajah sendu menandakan sebuah kerinduan yang sangat mendalam sedang menulis untaian kata-kata yang memilukan, tak ada lagi tirai tebal penghalang sehingga menjadi kerdil yang perlu ditakutkan kecuali kerinduan yang sangat ia dambakan. Hujatan, cacian, bahkan fitnah meluncur bagaikan anak panah yang siap menembus daging lunak seorang kekasih yang fakir berselimut dengan kehinaan itu, tapi ia tak gentar sama sekali, dengan semangat yang membaja ia kirimkan pesan terhadap kekasih yang dicinta itu, Tatapan-tatapan kosong, desah nafas berat yang terhembus bahkan buliran-buliran bening air mata keluar begitu mudah terus mengiringi rangkaian kata-katanya yang indah yang ia ciptakan. Semoga Allah mengabadikan karya Agung dari seorang hamba yang tulus ini.
Rintihan Jiwa
Yaa Rosulalloh..
Pantaskah aku merindukanmu !
Pantaskah air mata ini kupersembahkan untukMu ?
Terlalu suci dan mulya diriMu bagiku.
Alloh sang pencipta sangat mencintai Mu.
Ya Rosul,pantaskah diri yang hina ini merindukan Paduka Ya Rosul ?
Jangan biarkan diri ini hidup dikolong kehinaan dan berselimut kenistaan
bahkan bergelimang dengan kekufuran dan kedholiman.
Ya Rosul, hidup hamba tiada berarti dan sangat kecil tiada ma'na.
Mati lebih baik daripada begini.
Tegakah engkau wahai paduka Rosul ?
Setetes air syafaat dariMu akan membuat aku bahagia dan berarti.
Teteskan, teteskan dan teteskan Ya Rosul syafaatMu, sampai IZROIL menjemputku.
Biarkan air mata ini kering
biar tenggorokan ini putus
dan biarkan diri ini menjerit bagaikan anjing melolong meregang nyawa.
aku, diri ini akan mencintai dan merindukan engkau Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.
Pantas dan mungkinkah, karena aku terlalu hina.
Mengapa aku hidup ?
Mengapa aku bernafas ?
Ya Alloh cabutlah semua itu mengapa hidup ini tiada arti Yaa Alloh?
Ya Robbi kujulurkan lidahku kutengadahkan tanganku
dan aku mengharap walau hanya setetes kasih sayangMu Ya Alloh,
agar hidup ini punya arti dan harapan.
Kubersimpuh dengan tiada daya, Kusebut asmaMu Ya Sayyidi...Ya Rosulalloh.
Ya Rosulalloh mungkin kita tak akan bertemu,
terlalu mulya Paduka sedangkan diri ini terlalu rendah dan hina.
Tapi kumohon dengarkanlah rintihan ummatMu ini,
biar aku dineraka selama-lamanya,
biarlah aku tak pernah berjumpa apa lagi bersama dan berkumpul dengan Paduka.
tapi berkenanlah wahai paduka walau hanya sekejap dan sesaat,tengoklah kami,
kami dineraka yang paling bawah, agar aku bisa melihat Engkau biar terobati rindu ini
Yaa Sayyidi...Yaa Rosulalloh
Mungkinkah...apa mungkin?
Terlalu hina diri ini dihadapanMu.
Ya Alloh...Ya Alloh...Ya Alloh.
Semuanya ada digenggamanMu.
Aku bermohon limpahkan kasih sayangMu kepada semua makhluk,
ummat ini,keluarga dan ahliku,teman teman seperjuanganku.
Walau aku sebagai jaminannya.
Ya Rohman...Ya Rohim perkenankanlah doa kami.
((Al Fakir Yang Hina)
Label:
Do'a
Selasa, 09 Agustus 2011
Sepucuk Surat untuk Tuhan…
Tuhan…
Saat ini aku tidak dalam keadaan baik baik saja.
Walau aku tersenyum dan tertawa bukan berarti aku bahagia dalam hari.
Ada yang tak ada di hati ini, di jiwa ini …..
HAMPA…..
Haramkah aku…
Bila hatiku jatuh cinta
Apakah dia masih mencintaiku..
Ku bertemu sang Adam di simpang hidupku.
Meski raga kami blm pernah bertemu tapi jiwa ini seakan sudah dekat.
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina…….
Perasaan ini timbul begitu saja.
Tanpa aku duga dan ku rekayasa.
Semakin hari semakin kuat ku rasa.
Kami punya banyak persamaan,
Begitu juga dengan perbedaan yang terbentang luas
Seluas Laut Jawa.
Jarak, Ruang , waktu, budaya, tradisi, suku, bibit, bebet, bobot
Dan embel embel laen nya membuatku menjadi gila.
Apakah cinta selalu berhubungan dengan smua itu?
Apakah itu yang dijadikan tolak ukur untuk menilai seseorang?????
Kenapa begitu rumit??
Akankah perbedaan ini yang akan memisahkan kami?
Semua perbedaan ini bukan mau ku, Tuhan…
Ku tak kuasa..harus kehilangan lagi?!?!
Begitu sakit dan menyesakkan dada.
Yang ku tau,
aKu ingin mencintainya dengan cara sederhana
Seperti kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu yg menjadikan nya abu,
AKu ingin mencintainya dengan cara yang sederhana
Seperti isyarat yang tak sempat di sampaikan awan kepada hujan yang menjadikan nya tiada..
Tuhan..
Berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan Restu dan halalMU…
Ku hanya ingin berusaha.
Mempertahankan apa yang sudah aku miliki
Apakah itu salah Tuhan??!!!
Bukan dengan cara melawan atau menjadi pembangkang.
Tapi dengan DOA.
Wahai penilai hati lihat batinku.
Hampir bernanah karena luka tersayat.
Ku mohon Tuhan ..
Angkat aku dari dasar kehidupan ini, dari keterpurukan yang bisa membinasakanku.
Rahasia itu hanya KAU yang tau
Namun aku tak mau jadi Tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti cintaku yang KAU beri untukku.
Tunjukkan kebesaranMU
Untuk hamba mu yang kerdil ini…
Wahai Maha Cinta….
Hanya Kau yang berkuasa atas hati kami
Ambil rasa ini jika ini haram untuk kami
Lenyapkan, musnahkan dan hilangkan dari hati kami
Dan berikan kami obat dari rasa Sakit ini nanti nya.
Jika dia memang untuk ku,
Pertemukan raga kami Tuhan,
Persatukan jiwa kami..
Beri kami jalan tuk menjadi halal di mataMU.
Ku mohon restu dan Ridho MU.
Hanya KAU yang bisa menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Meski itu tak mungkin bagi kami
Tapi tak ada yang tak mungkin di mataMU.
Hanya KAU yang tau yang terbaek untuk kami.
^_^
Saat ini aku tidak dalam keadaan baik baik saja.
Walau aku tersenyum dan tertawa bukan berarti aku bahagia dalam hari.
Ada yang tak ada di hati ini, di jiwa ini …..
HAMPA…..
Haramkah aku…
Bila hatiku jatuh cinta
Apakah dia masih mencintaiku..
Ku bertemu sang Adam di simpang hidupku.
Meski raga kami blm pernah bertemu tapi jiwa ini seakan sudah dekat.
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina…….
Perasaan ini timbul begitu saja.
Tanpa aku duga dan ku rekayasa.
Semakin hari semakin kuat ku rasa.
Kami punya banyak persamaan,
Begitu juga dengan perbedaan yang terbentang luas
Seluas Laut Jawa.
Jarak, Ruang , waktu, budaya, tradisi, suku, bibit, bebet, bobot
Dan embel embel laen nya membuatku menjadi gila.
Apakah cinta selalu berhubungan dengan smua itu?
Apakah itu yang dijadikan tolak ukur untuk menilai seseorang?????
Kenapa begitu rumit??
Akankah perbedaan ini yang akan memisahkan kami?
Semua perbedaan ini bukan mau ku, Tuhan…
Ku tak kuasa..harus kehilangan lagi?!?!
Begitu sakit dan menyesakkan dada.
Yang ku tau,
aKu ingin mencintainya dengan cara sederhana
Seperti kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu yg menjadikan nya abu,
AKu ingin mencintainya dengan cara yang sederhana
Seperti isyarat yang tak sempat di sampaikan awan kepada hujan yang menjadikan nya tiada..
Tuhan..
Berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan Restu dan halalMU…
Ku hanya ingin berusaha.
Mempertahankan apa yang sudah aku miliki
Apakah itu salah Tuhan??!!!
Bukan dengan cara melawan atau menjadi pembangkang.
Tapi dengan DOA.
Wahai penilai hati lihat batinku.
Hampir bernanah karena luka tersayat.
Ku mohon Tuhan ..
Angkat aku dari dasar kehidupan ini, dari keterpurukan yang bisa membinasakanku.
Rahasia itu hanya KAU yang tau
Namun aku tak mau jadi Tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti cintaku yang KAU beri untukku.
Tunjukkan kebesaranMU
Untuk hamba mu yang kerdil ini…
Wahai Maha Cinta….
Hanya Kau yang berkuasa atas hati kami
Ambil rasa ini jika ini haram untuk kami
Lenyapkan, musnahkan dan hilangkan dari hati kami
Dan berikan kami obat dari rasa Sakit ini nanti nya.
Jika dia memang untuk ku,
Pertemukan raga kami Tuhan,
Persatukan jiwa kami..
Beri kami jalan tuk menjadi halal di mataMU.
Ku mohon restu dan Ridho MU.
Hanya KAU yang bisa menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Meski itu tak mungkin bagi kami
Tapi tak ada yang tak mungkin di mataMU.
Hanya KAU yang tau yang terbaek untuk kami.
^_^
Label:
Do'a
Munajatku
marahkah Engkau padaku Tuhan.. lantaran dosa ku semalam? celupar mulutku..lajunya tanganku.. melepas kata menaip bicara hingga ade yang terluka..jadi sakit dan terasa terhina mereka... lalu.. bagaimana ter'azabnya mereka maka demikianlah aku kini Dikau susahkan hatiku kini.... pedihnya luka ini Tuhan tidak tahan rasanya lagi... Tuhanku kebaikan apa yang boleh aku lakukan kini untuk menebus dosa2 ku semalam, dulu dan melepas diri dari 'azab ini? biarku do'akan yang kuzalimi semalam Kau berikan mereka ketabahan wahai Tuhan... Kau fahamkan mereka hikmah kejadian supaya dalam sakit mereka redha dalam marah mereka padaku..sedia pula memaafkan diri ini... dan kau tingkatkan darjat mereka Wahai TUHAN empunya sekalian 'alam... maaf zahir batin...
Label:
Do'a
Senin, 08 Agustus 2011
Sebuah Do'a
KEKADANG
TERASA ANEHNYA MENTAFSIR MA`NA KEHIDUPAN
APABILA YANG DIRANCANG
SERING TERJADI SEBALIKNYA
BERMENUNGKU MENGENANG NASIB
YANG DULU MAISH BEGITU
DALAM GELORA RASA
ANTARA HARAP DAN KECEWA
MERENUNG HIDUP INI
TIDAK UBAH SEPERTI TEKA-TEKI
SIAPAKAH YANG DAPAT MENEKA?
UNTUNG NASIB DIRINYA
KEMBALILAH KE DALAM DIRI
MENCARI ERTI KEHAMBAAN
BAHAWA SIAPA PUN KITA
TETAP MENGHARAPKAN DIA
IRINGILAH IKHTIAR
USAHA DENGAN DOA`
DAN TAWAKKAL
BERSERAH KEPADA ALLAH
DIALAH PENYELESAI MASALAH...
dan air mata ini tidak bisa ku tahan dari mengalir di pipi..... iQ..
TERASA ANEHNYA MENTAFSIR MA`NA KEHIDUPAN
APABILA YANG DIRANCANG
SERING TERJADI SEBALIKNYA
BERMENUNGKU MENGENANG NASIB
YANG DULU MAISH BEGITU
DALAM GELORA RASA
ANTARA HARAP DAN KECEWA
MERENUNG HIDUP INI
TIDAK UBAH SEPERTI TEKA-TEKI
SIAPAKAH YANG DAPAT MENEKA?
UNTUNG NASIB DIRINYA
KEMBALILAH KE DALAM DIRI
MENCARI ERTI KEHAMBAAN
BAHAWA SIAPA PUN KITA
TETAP MENGHARAPKAN DIA
IRINGILAH IKHTIAR
USAHA DENGAN DOA`
DAN TAWAKKAL
BERSERAH KEPADA ALLAH
DIALAH PENYELESAI MASALAH...
dan air mata ini tidak bisa ku tahan dari mengalir di pipi..... iQ..
Label:
Do'a
SEBUAH RINTIHAN USANG HATI GERSANG..MENJEJAKI DETIK TERAKHIR
Ya Ghaffar.. Ya Rahim
Kau letakkan di rahim kami
anak-anak negeri ini
Kau amanatkan diri-diri mereka
pada lingkungan kasih sayang kami
Kau percayakan jiwa mereka
pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka
dengan dakapan cinta kami Rabb
kami,
kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu
kesibukan telah menyebabkan
kami melupakan amanat-Mu
hawa nafsu telah mengheret kami
untuk mentelantarkan hati kami
tidak sempat kami gerakkan bibir-bibir untuk berzikir kepada-Mu
tidak sempat kami untuk membesarkan asma-Mu
tidak sempat kami tanamkan hati kecintaan kepada Nabi-Mu
Kami berlumba mengejar status dan kebanggaan
meninggalkan kekosongan dan kesepian
Kami memoles wajah-wajah kami
dengan kepalsuan
membiarkan kami meronta dalam kebisuan
Kami terlena memburu kesenangan
sehingga tak kami dengar lagi tangisan manja
sambil memandang kami
dengan pandangan cinta seperti dulu,
ketika mengeringkan air mata
Dosa-dosa kami
telah membuat kami menjadi pemberang,
pembangkang, dan penentang-Mu
Dosa-dosa kami telah membuat hati keras,
kasar, kejam,
dan tidak tau berterima kasih
Sebelum engkau ampuni yang lain,
Ya Allah ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami Ya Allah,
berilah kami peluang untuk mendakap tubuh
dengan dakapan kasih sayang
berilah kami waktu
untuk melantunkan pada telinga
ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi-Mu
Kau letakkan di rahim kami
anak-anak negeri ini
Kau amanatkan diri-diri mereka
pada lingkungan kasih sayang kami
Kau percayakan jiwa mereka
pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka
dengan dakapan cinta kami Rabb
kami,
kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu
kesibukan telah menyebabkan
kami melupakan amanat-Mu
hawa nafsu telah mengheret kami
untuk mentelantarkan hati kami
tidak sempat kami gerakkan bibir-bibir untuk berzikir kepada-Mu
tidak sempat kami untuk membesarkan asma-Mu
tidak sempat kami tanamkan hati kecintaan kepada Nabi-Mu
Kami berlumba mengejar status dan kebanggaan
meninggalkan kekosongan dan kesepian
Kami memoles wajah-wajah kami
dengan kepalsuan
membiarkan kami meronta dalam kebisuan
Kami terlena memburu kesenangan
sehingga tak kami dengar lagi tangisan manja
sambil memandang kami
dengan pandangan cinta seperti dulu,
ketika mengeringkan air mata
Dosa-dosa kami
telah membuat kami menjadi pemberang,
pembangkang, dan penentang-Mu
Dosa-dosa kami telah membuat hati keras,
kasar, kejam,
dan tidak tau berterima kasih
Sebelum engkau ampuni yang lain,
Ya Allah ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami Ya Allah,
berilah kami peluang untuk mendakap tubuh
dengan dakapan kasih sayang
berilah kami waktu
untuk melantunkan pada telinga
ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi-Mu
Berilah kami kesempatan
untuk sering menghadap-Mu
dan memohon kepada-Mu
seusai solat kami untuk keselamatan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan
Bangunkan kami di tengah malam
untuk merintih kepada-Mu
mengadukan derita dan petaka yang menimpa
Izinkan kami membasahi tempat sujud kami
dengan airmata penyesalan akan kelalaian kami
untuk sering menghadap-Mu
dan memohon kepada-Mu
seusai solat kami untuk keselamatan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan
Bangunkan kami di tengah malam
untuk merintih kepada-Mu
mengadukan derita dan petaka yang menimpa
Izinkan kami membasahi tempat sujud kami
dengan airmata penyesalan akan kelalaian kami
Ya Allah, Ya Jabbar,
Ya Ghaffar
Anugrahkan kepada para pemimpin kami
kearifan untuk mendidik anak-anak negeri ini dalam kesalihan
Berilah kepada mereka petunjuk-Mu
sehingga mereka menjadi suri tauladan bagi kami
dan anak-anak kami
Limpahkan kepada mereka perlindungan-Mu
supaya mereka melindungi kami
dengan keadilan-Mu
Jauhkan dari kezaliman
sehingga kami dapat mengabdi-Mu
dengan tentram dan aman
Ya Rahman, Ya Rahim
Indahkan kehidupan kami
dengan kesalihan anak-anak kami
Peliharalah anak-anak kami yang kecil
Kuatkanlah anak-anak kami yang lemah
Bersihkan kehormatan mereka
Sihatkan badan mereka
Cerdikkan akal mereka
Indahkan akhlak mereka
gabungkanlah mereka bersama-sama orang yang bertaqwa kepada-Mu
yang mencintai Nabi-Mu,
keluarganya yang suci,
dan sahabatnya yang mulia
yang berbakti kepada orang tuanya
yang bermanfaat kepada din-Nya
yang berkhidmat kepada sesama manusia
Wahai Zat yang nama-Nya menjadi pengubat
yang sebutan-Nya penyembuhan
yang ketaatan-Nya kecukupan
sayangi kami
yang modalnya hanya harapan
dan senjatanya hanya tangisan
tangisan..
rintihan..
kesalan..
zikir itu.........
Ya Ghaffar
Anugrahkan kepada para pemimpin kami
kearifan untuk mendidik anak-anak negeri ini dalam kesalihan
Berilah kepada mereka petunjuk-Mu
sehingga mereka menjadi suri tauladan bagi kami
dan anak-anak kami
Limpahkan kepada mereka perlindungan-Mu
supaya mereka melindungi kami
dengan keadilan-Mu
Jauhkan dari kezaliman
sehingga kami dapat mengabdi-Mu
dengan tentram dan aman
Ya Rahman, Ya Rahim
Indahkan kehidupan kami
dengan kesalihan anak-anak kami
Peliharalah anak-anak kami yang kecil
Kuatkanlah anak-anak kami yang lemah
Bersihkan kehormatan mereka
Sihatkan badan mereka
Cerdikkan akal mereka
Indahkan akhlak mereka
gabungkanlah mereka bersama-sama orang yang bertaqwa kepada-Mu
yang mencintai Nabi-Mu,
keluarganya yang suci,
dan sahabatnya yang mulia
yang berbakti kepada orang tuanya
yang bermanfaat kepada din-Nya
yang berkhidmat kepada sesama manusia
Wahai Zat yang nama-Nya menjadi pengubat
yang sebutan-Nya penyembuhan
yang ketaatan-Nya kecukupan
sayangi kami
yang modalnya hanya harapan
dan senjatanya hanya tangisan
tangisan..
rintihan..
kesalan..
zikir itu.........
Label:
Do'a
Roda Kehidupan Ini
Kusendiri disini
Menghitung tasbih hayat
Kutiti jembatan kehidupan
Kuselami makna kebenaran
Beratnya beban hidup ini
Kudongkakan kepala
Menembus langit tak berawan
Menghadap cahaya hidayahMu
Kupanjatkan do’a dari hati
Kulukis sendu pengabdian
Mengharap belas pengampunan….
Illahi Robbi…..
Disini kumencari ridhaMu
Antara bebayang mentari
Dan redup embun membasahi
Mencari harga diri dihadapanMu
Illahi Robbi….
Kuselami makna kehidupan ini
Kutafsiri makna derita silam
Kutiti jalan perjuangan ini
dan,,, aku pasti kembali
Mencari sejernih air di Al-Kautsar….
AmpunanMu Ya Robbi…..
Menghitung tasbih hayat
Kutiti jembatan kehidupan
Kuselami makna kebenaran
Beratnya beban hidup ini
Kudongkakan kepala
Menembus langit tak berawan
Menghadap cahaya hidayahMu
Kupanjatkan do’a dari hati
Kulukis sendu pengabdian
Mengharap belas pengampunan….
Illahi Robbi…..
Disini kumencari ridhaMu
Antara bebayang mentari
Dan redup embun membasahi
Mencari harga diri dihadapanMu
Illahi Robbi….
Kuselami makna kehidupan ini
Kutafsiri makna derita silam
Kutiti jalan perjuangan ini
dan,,, aku pasti kembali
Mencari sejernih air di Al-Kautsar….
AmpunanMu Ya Robbi…..
Label:
Do'a
DOA Dari Seorang Penuh Hina Dan Kerdil
Tuhanku izinkan aku mencintaiMu,
melalui amalku yang singkat
dan sedekahku yang sedikit.
Tuhanku, aku tidak mampu mencintaiMU seperti Saidina Abu Bakar
Sanggup menyerahkan seluruh hartanya
atau seperti Saidina OmarYang menyerahkan separuh
hartanya demi mencari keredhaanMU
aku tidak mampu mencintaiMU
melalui solat yang khusyuk Seperti Saidina Ali
Tidak Berasa sakit walau panah menembusi kaki
izinkan aku mencintaiMU melalui solat yang ku lakukan dalam waktu
yang terbatas
Ya ALLAH...
masih ada keampunankah bagiku ..Aku terlalu jauh dari Mu..
Aku ingin kembali ke pada Mu ALLAH..
Terlalu byk lautan dosa ku...Terlalu luas bumi dosa ku..
Kau tetapkanlah hatiku agar terus dilandasan Mu ya ALLAH...
terus memengang agama Mu..
jgn biarkan aku hanyut ya ALLAH..
Ya ALLAH...
Ampunkanlah dosa hambamu ini...
Aku tidak layak ke syurga mu namun aku tidak ingin ke nerakamu..
Aku sedar akan dosa2 ku..mampukah aku menebusnya..
Ya ALLAH...
lindungilah aku...
Aku ingin kembali kepada mu..
Berikanlah aku ketenangan..
Berikanlah aku kekuatan dlm mengharungi hidup ini...
Teguhkanlah iman ku..
Kuatkanlah pendirian ku agar terus di jalan mu..
Luaskanlah fikiran ku...
Ampunilah hambamu
Ya Allah, hatiku gersang, kosong tanpa isi yang baik.
Tetapi dicemari dosa-dosa dan kemaksiatan kepadaMu.
Kau anugerahkan nikmat yang banyak kepadaku,
namun aku tidak tahu untuk mensyukurinya.
Kau menegurku dengan pelbagai bentuk ujian,
namun aku tetap lalai dari mengingatiMu.
Ya Allah, aku inginkan rahmat, kasih sayang dan perhatianMu.
Sungguh, aku yakin, hanya itu yang boleh membawa kebahagiaan hakiki.
Tetapi mengapa semua gerak lakuku, sentiasa menjauhi redhaMu?
Dunia masih mengaburi pandangan mata hatiku.
Aku seolah-olah hilang arah tujuan.
Sedang masuliyah sangat banyak menantiku.
Tapi, kebanyakan daripadanya gagal aku pikulkan.
Ya Ilahi, di manakah kebenaran amalku?
Dimanakah kebenaran hakiki?
Aku telah taubat pada jalan ini.
Ya Allah, tetapkan hatiku di atas jalan yang Engkau redhai.
Tiadalah gunanya hidupku kira amalku semuanya hilang bagaikan debu yang berterbangan, sedang dosa-dosaku menjadi lautan tempat berendam ria...
Ya Rabbi, Yang Memiliki Arsy Yang Agung, Yang Maha Agung,
Yang tiada yang layak disembah melainkan Engkau,
simpatilah hambaMu yang kerdil ini, hina dan jahil,
yang akan sesat tanpa bimbingan taufiq dan hidayahMu,
yang akan binasa di dalam neraka tanpa rahmat dan redhaMu,
yang hidupnya sentiasa sengsara tanpa kasih sayang dan perhatianMu.
Ya Allah, sungguh aku terlalu jauh dariMu,
hatiku terlalu keras dengan dosa-dosa terhadapMu.
Seringkali aku melanggar janji dengan Mu.
Begitulah hakikat hambaMu yang terlalu lemah untuk melawan belitan iblis dan nafsu. Ya Ilahi, kira Kau ingin menghukumku, maka Engkau adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana...
Ya Ilahi... aku tak punya apa-apa melainkan apa yang Engkau anugerahkan,
tiada siapa yang memahamiku melainkan Engkau Rabb Yang Maha Memahami,
tiada siapa yang mengetahui sakitnya jiwaku,
melainkan Engkau Rabb Yang Maha Mengetahui,
tiada siapa yang mampu membantuku menguraikan kesulitanku,
melainkan Engkau Rabb Yang Maha Mengurusi makhluk,
tiada siapa pula yang mampu menghalang rencanaMu,
sekiranya kau tetapkan kecelakaan mahupun kesenangan atasku...
Ya Rabb, sungguh Kaulah yang Maha berkuasa
dan Maha berkehendak atas segala sesuatu...
Janganlah Kau haramkan rahmat dan hidayahMu atasku
hanya kerana dosa-dosa dan kemaksiatanku.
Ya Rabbi, Pemilik segala ampunan, Yang Maha Perkasa
dan tidak pernah menzalimi makhluk... ampunilah hambaMu...
tiadalah maknanya hidup ini tanpa ampunan dan rahmatMu.
Sungguh, aku amat yakin, bahwa rahmatMu Maha Luas dari dosaku..
walau kutahu, masih ramai lagi hamba-hambaMu
yang lebih layak untuk menerima perhatian dan kasih sayangMu,
Namun aku tetap terus meminta rahmatmu tanpa jemu
dan terus meminta walaupun aku tahu aku tak layak
dengan dosaku yang setinggi gunung
dan aku yakin sekali bahawa Allah lah sahaja
tempat aku bergantung harap dan kepada Allah lah
jua tempat aku akan kembali.
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rabbi, Ya Ilahi,
curahkanlah rahmat dan kasihMu.
Ya Allah, dengarkanlah rintihan hatiku ,
kabulkan doa harapanku..
agar ku dapat perlindunganMu,
hingga selamat nasibku bila berhadapan denganMu kelak...
Perkenanlah permintaan ku ini Ya Rabb.
Ya...Allah...Ya Tuhanku
dalam sedarku aku selalu berusaha memanggil namaMu...
berkeluh kesah tentang kehidupan padaMu...
Menangis kerana kebesaranMu dan kecilnya aku....
Tetapi... dunia skrg ini amat menyedihkan...
Sehingga aku tenggelam didalamnya.....
dan aku jujur, terkadang aku menjadi manusia yang selalu silau akan semuanya....
walaupun bukan didalam semua hal…
atau setidaknya aku sering lalai dan terlupa.....
Ingin ku menjadi manusia yang baik dan taat...
menjadi hambaMu yang terbaik dan Bertakwa kepadamu Ya Rabb....
Tapi dunia ini terlalu berat buatku untuk kutempuh.....
Ya Allah ya Tuhanku......
Sebenarnya tatkala aku mendengar seruanMU....
melalui majlis taklim, hamba2Mu yang taat,kitabMU..........
Aku sedar akan kebesaranMu dan juga kebenaran2 dalam KitabMU.....
Bergetarlah tubuhku dan air mataku mengalir deras
...oh...Tuhan.........
Tapi kini lihatlah,... lihatlah siapa aku....
Betapa lemahnya aku sampai membiarkan umat islam mulai tenggelam
Terpedaya oleh mereka yang zalim .....
Dan spontan darah jihadku mengalir, semangatku bangkit.....
Tapi ya Allah , ya Tuhanku......
Dunia ini begitu nyata dan begitu besar buatku....
Aku begitu kecil, begitu lemah, untuk semuanya itu....
dan dalam kerendahanku pula....aku kadang merasa sendiri......
dimana ??? dimana pejuang islam sejati yang lain........
Yang selalu mengumandangkan takbir kebesaranMU.....
Yang selalu menjunjung islam sebagai jalan dan tujuan hidupnya.....
Yang selalu apa yang dilakukan adalah untukMU.......
Yang mempunyai rasa sayang yang tinggi kepada semuanya....
Ya Allah ya Tuhanku.....
berikanlah petunjukMU dan bangkitkanlah semangat islam....
pada jiwa jiwa yang bersih untuk siapapun di dunia ini......
terutama pada sahabat2 ku.....sesama muslim......
berikanlah mereka semua api jihad abadi....
yang tidak pernah padam seumur hidupnya.......
sehingga mereka bersatu untuk menegakkan islam dimuka bumi.....
dalam sedarku aku selalu berusaha memanggil namaMu...
berkeluh kesah tentang kehidupan padaMu...
Menangis kerana kebesaranMu dan kecilnya aku....
Tetapi... dunia skrg ini amat menyedihkan...
Sehingga aku tenggelam didalamnya.....
dan aku jujur, terkadang aku menjadi manusia yang selalu silau akan semuanya....
walaupun bukan didalam semua hal…
atau setidaknya aku sering lalai dan terlupa.....
Ingin ku menjadi manusia yang baik dan taat...
menjadi hambaMu yang terbaik dan Bertakwa kepadamu Ya Rabb....
Tapi dunia ini terlalu berat buatku untuk kutempuh.....
Ya Allah ya Tuhanku......
Sebenarnya tatkala aku mendengar seruanMU....
melalui majlis taklim, hamba2Mu yang taat,kitabMU..........
Aku sedar akan kebesaranMu dan juga kebenaran2 dalam KitabMU.....
Bergetarlah tubuhku dan air mataku mengalir deras
...oh...Tuhan.........
Tapi kini lihatlah,... lihatlah siapa aku....
Betapa lemahnya aku sampai membiarkan umat islam mulai tenggelam
Terpedaya oleh mereka yang zalim .....
Dan spontan darah jihadku mengalir, semangatku bangkit.....
Tapi ya Allah , ya Tuhanku......
Dunia ini begitu nyata dan begitu besar buatku....
Aku begitu kecil, begitu lemah, untuk semuanya itu....
dan dalam kerendahanku pula....aku kadang merasa sendiri......
dimana ??? dimana pejuang islam sejati yang lain........
Yang selalu mengumandangkan takbir kebesaranMU.....
Yang selalu menjunjung islam sebagai jalan dan tujuan hidupnya.....
Yang selalu apa yang dilakukan adalah untukMU.......
Yang mempunyai rasa sayang yang tinggi kepada semuanya....
Ya Allah ya Tuhanku.....
berikanlah petunjukMU dan bangkitkanlah semangat islam....
pada jiwa jiwa yang bersih untuk siapapun di dunia ini......
terutama pada sahabat2 ku.....sesama muslim......
berikanlah mereka semua api jihad abadi....
yang tidak pernah padam seumur hidupnya.......
sehingga mereka bersatu untuk menegakkan islam dimuka bumi.....
ya Allah... Ya Tuhanku.......
Dulu ketika kusengsara, aku mencari sebaik-baiknya penolong...
kini Engkaupun telah datang padaku dan menemani hari hariku...
Engkau berikan aku keyakinan keberadaanMU yang satu...
Engkau bukan hanya sesembahanku melainkan juga teman terbaik sepanjang hidupku...
Ketika kubahagia, Engkau tetap disampingku...
Ketika kubersedih , Engkau menghiburku....
Ketika aku kebingungan, Engkau menunjukkanku...
dan banyak hal-hal yang lain Engkau berikan padaku tak terkira...
dan akupun sangat berterima kasih dan sujud syukur padaMU...
Tapi kini akupun ingin berkata jujur padaMU...
Ya Allah... Engkau telah memasukkan satu lagi perasaan kepadaku iaitu risau umat...
Kerana Engkau berikan rasa sayang padaku pada semua umat manusia,
Sedangkan aku melihat banyak umat manusia yang menderita...
Ya Allah ... tahukah Engkau kalau telah membuatku bersedih hati...
Kerana Engkau berikan rasa sayang padaku pada semua umat manusia,
Sedangkan banyak umat manusia memikirkan dirinya sendiri...
Ya Allah... tahukah kalau Engkau telah melukai perasaanku hingga membuatku menangis...
Kerana Engkau telah berikan rasa sayang padaku terhadap semua umat manusia..
Sedangkan banyak umat manusia dalam kesesatan yang nyata...
Ya Allah... Tahukah Engkau ada hal yang paling menyakitkan sepanjang hidupku..
Kerana Engkau telah berikan kesedaran untuk menegakan panji-panjiMU ,
namun diri ini tidak dapat berbuat banyak untuk kehidupan ini....
Maafkanlah diriku Ya Allah kerana hanya engkau yang tahu isi hati ini…
Maafkan juga kalau air mata ini tak dapat kubendung mengharap belas kasihMU..
Tiadapun satupun kesombongan yang dapat kulakukan dihadapanMU...
mahupun pada semua umat manusia yang lain dan hanya padamu aku berserah diri…
Dan tak berani pula kuberpaling padaMU..
kerana kutahu hanya Engkau selalu menjadi satu-satunya penolong setia dalam hidupku....
Ya Allah ....Ya Tuhanku... Mahukah Engkau menghapus dukaku...
Semoga Engkau mendengar rintihan tangisku yang tiada berkesudahan....
Engkau telah tahu siapa aku, tanpa aku mengatakanya....
tidak banyak yang kuminta padamu tuhanku, bukan pula syurga yang indah yang diimpikan banyak orang ....
Cukuplah beri hamba kemampuan untuk membuat semua umat manusia tersenyum dijalanMU,
Seperti Engkau berikan pada orang-orang beriman sebelumku...
Dan berikanlah hamba sahabat sahabat yang setia dalam memperjuangkan cita citaku dalam menegakkan ajaran ISLAM ini dan menangkanlah aku terhadap kaum yang kafir,
hanya engkaulah sahaja tuhanku yang memahami isi hati ini.
Ya...Allah Kabulkanlah Permintaan ku ini dengan Keredhaan mu Ya Rabb…
Ya...Allah Kabulkanlah Permintaan ku ini dengan Keredhaan mu Ya Rabb…
Label:
Do'a
Langganan:
Postingan (Atom)



